Sariawan pada bayi bisa menjadi penyakit serius jika tidak ditangani dengan baik. Sariawan ini juga biasanya ditemukan pada bayi berumur 10 bulan, sehingga gejalanya bisa dikenali dengan kasat mata. Gejalanya tentunya berbeda dengan orang dewasa, sehingga Anda harus mempelajarinya.

Sariawan ini juga menjadi penyakit yang sering ditemui, sehingga Anda harus hati-hati dan segera penuhi bayi dengan nutrisi yang tepat. Hal ini dilakukan untuk mengurangi gejala sariawan pada bayi, jika bayi Anda mengalami sariawan, berikut adalah penjelasannya.

3 Gejala Sariawan pada Bayi

  1.     Hilangnya Nafsu Makan

Nafsu makan pada bayi memang pasti tidak stabil, namun Anda harus mengenalnya sehingga bisa mengenali ciri hilangnya nafsu makan karena sariawan. Sariawan pada bayi juga rasanya nyeri dan perih, sehingga mulutnya biasanya tidak mau terbuka.

Disamping itu, mulutnya tidak mau disentuh dan mereka akan sering menangis serta uring-uringan. Hal ini tentunya akan membuat mereka kehilangan nafsu makan, sehingga Anda harus segera memberikan alternatif lain untuk membuat bayi tetap makan dan sehat.

  1.     Adanya Bercak Putih pada Lidahnya

Anda harus membuka mulut bayi perlahan untuk mengecek situasi rongga mulutnya. Ada beberapa titik sebagai tanda adanya sariawan, salah satunya pada lidahnya. Lidah bayi yang tidak sehat biasanya berwarna bercak putih dan ini mudah dikenali.

Jika bayi Anda terdapat bercak putih pada lidahnya, dapat dipastikan bayinya mengalami sariawan. Pastikan untuk memberikan obat alami yang bisa digunakan sebagai penolongan pertama, obat tersebut diberikan supaya tidak memberikan efek samping pada bayi.

  1.     Adanya Bulatan Putih di Bagian Gusi

Titik lain yang bisa Anda perhatikan untuk menandakan bayi sariawan atau tidak adalah bagian gusi. Bagian gusi merupakan titik krusial pada bayi karena makanan sering masuk melewatinya, jadi kemungkinan ada susu atau makanan yang berubah menjadi sariawan.

Pastikan untuk memperhatikan kesehatan gusi dengan baik untuk menghindari adanya sariawan. Bulatan putih pada gusi tersebut biasanya akan membuat bayi merasa kesakitan, sehingga ketika memberinya makan, usahakan untuk tidak menyentuh gusinya. 

3 Penyebab Sariawan pada Bayi

  1. Adanya Luka di Mulut

Luka pada mulut bayi harus menjadi perhatian serius karena ini dapat menimbulkan sariawan. Pastikan untuk mengobati luka pada bayi dengan cepat dan tepat supaya tidak berkembang menjadi jamur penyebab sariawan. Anda juga harus mengeceknya secara berkala.

Bayi yang mengalami sariawan akan lebih sering menangis, sehingga jika hal tersebut terjadis segera periksa mulutnya. Hal ini karena biasanya bayi tidak sengaja menggores mulutnya dengan kuku, ataupun giginya yang hampir jadi. 

  1. Alergi Terhadap Makanan

Ada beberapa bayi yang tidak cocok diberi makanan, dan Anda harus mengingat makanan tersebut. Hal ini akan menyebabkan alergi pada bayi, sehingga mereka akan mengalami sariawan sebagai gejala pertamanya. Gejala ini tentunya akan sangat menyiksa mereka.

  1. Lidahnya Masih Sensitif

Lidah merupakan indera yang sensitif pada bayi, dan bisa menjadi titik sariawan, sehingga Anda harus berhati-hati dalam memberikan makanannya. Ada bayi yang akan langsung sariawan jika diberikan makanan yang asam, sehingga lidahnya akan kaget dan terluka. 

Rongga mulut yang terluka akan membuka kesempatan untuk tumbuhnya jamur penyebab sariawan, sehingga Anda harus menyiapkan obat sariawan bayi di sini dan berhati-hati dalam memberikan buah-buahan pada bayi. Hindari memberikan lemon, jeruk, atau stroberi jika bayi memiliki lidah yang sensitif.